Search Now!
Contact Info
Location Jl. Berlian No.1, Jatinegara, Jakarta Timur 13330, Indonesia
Follow Us
Contact Info
Location Jl. Berlian No.1, Jatinegara, Jakarta Timur 13330, Indonesia
Follow Us

Muharram Tiba: Sudah Sejauh Mana Kita Berhijrah?

Images

Muharram Tiba: Sudah Sejauh Mana Kita Berhijrah?

Authored by
Direktorat Media NUO
Date Released
16 Jun 2026
Views
8

Setiap kali memasuki bulan Muharram, kita sering mendengar ajakan untuk berhijrah. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: apa yang sebenarnya sudah berubah dalam diri kita?

Usia terus bertambah, waktu berjalan begitu cepat, tetapi apakah keimanan, akhlak, dan kedekatan kita kepada Allah SWT juga ikut bertambah?

Bagi sebagian orang, pergantian tahun Hijriah hanya menjadi penanda bergantinya kalender. Padahal, Muharram bisa menjadi momen untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki pribadi kita untuk lebih baik.

Lalu, bagaimana seharusnya kita memaknai hijrah di bulan Muharram? 

Hijrah Bukan Cuma Berpindah Tempat

Ketika mendengar kata hijrah, banyak orang langsung teringat pada peristiwa perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Peristiwa tersebut memang menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam.

Namun, hijrah yang perlu kita lakukan hari ini bukanlah perpindahan fisik, melainkan hijrah moral. Hijrah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Hijrah dari kemalasan menuju kesungguhan. Hijrah dari lalai menjadi lebih dekat kepada Allah SWT.

Karena itu, Muharram mengajak kita untuk bertanya kembali: apakah diri kita hari ini lebih baik dibanding tahun lalu? Mari kita lihat firman Allah SWT dalam QS. Al-Hasyar ayat 18:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ۝١٨

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini mengingatkan bahwa kehidupan dunia bukan tujuan akhir. Setiap manusia sedang mempersiapkan bekal untuk perjalanan yang lebih panjang, yaitu kehidupan setelah kematian.

Karena itu, Muharram menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah. Bekal apa yang sudah kita siapkan? Apakah ibadah kita semakin baik? Apakah hubungan kita dengan Allah semakin dekat? Atau justru kita masih terjebak dalam kebiasaan yang sama dari tahun ke tahun?

Salah satu hal yang perlu dievaluasi adalah kualitas iman. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa iman bisa bertambah dan berkurang. Ada saatnya hati begitu semangat beribadah, namun ada pula masa ketika iman melemah dan membuat kita lalai.

Nabi Sulaiman AS diuji dengan kekuasaan dan kekayaan yang melimpah, tetapi hal itu justru membuatnya semakin bersyukur kepada Allah. Nabi Ayyub AS diuji dengan penyakit dan penderitaan yang panjang, namun kesabarannya membuat beliau semakin dicintai Allah SWT.

Sebaliknya, jangan belajar dari iblis. Ia merasa lebih mulia dan lebih senior daripada Nabi Adam AS. Kesombongan itulah yang membuatnya jatuh dan menjauh dari rahmat Allah.

4 Langkah Hijrah di Bulan Muharram

Jika Muharram adalah momentum perubahan, maka hijrah perlu diwujudkan dalam langkah nyata. Langkah yang mengawali perjalanan kita menjadi hamba yang selalu taat kepada perintah-Nya dan bersungguh-sungguh untuk melepaskan keburukan di masa lalu.

Pertama, memperbarui niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Contoh yang paling mudah adalah sesederhana berprasangka baik terhadap takdir Allah SWT, diikuti dengan ibadah wajib dan amalan sunnah.

Kedua, mengambil tindakan nyata. Misalnya memperbaiki shalat, memperbanyak membaca Al-Qur'an, menghadiri majelis ilmu, dan memperdalam pemahaman agama.

Ketiga, memohon kepada Allah SWT agar diberikan keistiqamahan. Sebab yang paling sulit bukan memulai perubahan, tetapi mempertahankannya.

Keempat, menjaga lingkungan yang mendukung kebaikan. Teman, komunitas, dan aktivitas yang baik akan membantu kita tetap berada di jalan yang benar. Karena lingkungan dapat mempengaruhi kualitas iman dan perkembangan kita ke depannya.

Pada akhirnya, Muharram bukan hanya tentang pergantian tahun, tetapi tentang keberanian untuk bercermin. Apakah kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun lalu? 

Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Tags:
  • Share: