Cara Rasulullah SAW Mencontohkan Toleransi Terhadap Umatnya
Cara Rasulullah SAW Mencontohkan Toleransi Terhadap Umatnya
Direktorat Media NUO
15 Jun 2026
3
Nabi Muhammad SAW tidak hanya menganjurkan toleransi terhadap penganut agama lain tetapi ia juga mencontohkannya sekaligus. Banyak tokoh yang hanya bisa bicara tentang toleransi tetapi dalam sikap dan tindakannya berbeda dengan apa yang sering dibicarakannya. Beliau dan para sahabatnya tidak pernah sedikit pun ragu untuk bekerjasama dan bertoleransi dengan orang-orang non-Islam karena dasarnya di dalam Al-Qur’an bergitu banyak dan begitu tegas.
Di antara ayat-ayat itu termaktub di dalam QS. Al-Mumtahanah ayat 8-9:
لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ ٨
اِنَّمَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَاتَلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَاَخْرَجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوْا عَلٰٓى اِخْرَاجِكُمْ اَنْ تَوَلَّوْهُمْۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ٩
Artinya: “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarangmu (berteman akrab) dengan orang-orang yang memerangimu dalam urusan agama, mengusirmu dari kampung halamanmu, dan membantu (orang lain) dalam mengusirmu. Siapa yang menjadikan mereka sebagai teman akrab, mereka itulah orang-orang yang zalim.”
Kemudian, Allah juga berfirman di dalam QS. At-Taubah ayat 6:
وَاِنْ اَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ اسْتَجَارَكَ فَاَجِرْهُ حَتّٰى يَسْمَعَ كَلٰمَ اللّٰهِ ثُمَّ اَبْلِغْهُ مَأْمَنَهٗۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُوْنَࣖ ٦
Artinya: “Jika seseorang di antara orang-orang musyrik ada yang meminta pelindungan kepada engkau (Nabi Muhammad), lindungilah dia supaya dapat mendengar firman Allah kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengetahui.”
Dalam praktik, Nabi Muhammad SAW pernah didatangi delegasi non-muslim (nasrani) Najran, negeri Yaman sekarang. Delegasi tersebut bertanya kepada beliau tentang ‘Isa ibn Maryam. Lalu Nabi Muhammad SAW menjawab: Dia adalah ruhullah wa kalimatuhu, dan dia hamba dan rasul-Nya. Kelompok pemuda itu berkata: Apakah engkau siap kami cemooh jika kamu keliru? Beliau menanggapi: Apakah itu yang kalian kehendaki? Mereka menjawab: Ia. Kemudian pemimpin mereka datang menegur mereka dengan mengatakan: Jangan cemooh orang ini, karena jika kalian melakukannya kita akan dihancurkan. Setelah itu ia meminta maaf kepada Nabi Muhammad SAW dan memintakan maaf juga kepada warganya yang lancang itu. Nabi Muhammad SAW mengatakan: Aku sudah memaafkan kalian.
Safwan ibn Sulaiman meriwayatkan bahwa Nabi saw. pernah mengatakan:
أَلَا مَنْ ظَلَمَ مُعَاهِدًا، أَوِ انْتَقَصَهُ، أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ، أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ، فَأَنَا حَجِيجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: "Barang siapa yang mendhalimi orang-orang yang menjalin perjanjian damai (mu’ahhad) atau melecehkan mereka, atau membebaninya sesuatu di luar kesanggupannya, atau mengambil hartanya tanpa persetujuannya, maka saya akan menjadi lawannya nanti di hari kemudian.” (HR. Abu Daud, 3052, III/170).
Nabi Muhammad SAW juga banyak memberi contoh dengan memberikan keprihatinan dan bantuan terhadap non-muslim, terutama bagi mereka yang berasal dari golongan tidak mampu. Sikap belas kasih beliau itu dicontoh juga oleh para sahabatnya.
Umar ibn Khaththab pernah berjumpa seorang kakek tua buta non-muslim sedang meminta-minta. Umar bertanya dari ahli kitab mana engkau? Dijawab: Dari agama Yahudi. Umar membawa kakek tua buta itu ke rumahnya dan Umar membuatkan memo ke Baitul Mal yang isinya: “Tolong perhatikan orang ini dan semacamnya. Demi Allah, kita tidak menyadari kalau kita telah memakan hartanya lalu kita mengabaikannya di masa tuanya. Sesungguhnya sedekah itu untuk para fakir-miskin. Kaum fakir miskin itu ada dari kaum muslim dan dari kaum Yahudi”.
Search here
Recent Post
-
Mengobati Pedihnya Ujian Hidup dengan Al-Qur’an
- 11 Jun 2026
-
Saat Pancasila Mengajarkan Kita untuk Berhijrah
- 02 Jun 2026
-
Iduladha dan Mimpi Haji di Usia Muda
- 27 May 2026