Search Now!
Contact Info
Location Jl. Berlian No.1, Jatinegara, Jakarta Timur 13330, Indonesia
Follow Us
Contact Info
Location Jl. Berlian No.1, Jatinegara, Jakarta Timur 13330, Indonesia
Follow Us

Memberikan Rasa Adil Terhadap Sesama

Images

Memberikan Rasa Adil Terhadap Sesama

Authored by
Direktorat Media NUO
Date Released
22 Jun 2026
Views
3

Nabi Muhammad SAW dikagumi oleh kawan dan lawan karena perinsip keadilannya. Ia selalu menganjurkan sahabatnya agar selalu mengedepankan dan menegakkan rasa adil di dalam masyarakat, termasuk kepada penduduk non-muslim, sebagaimana disampaikan dalam firman Allah SWT:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ۝٨

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah ayat 8).

Rasa adil kepada segenap warga, tanpa membedakan jenis kelamin, ras, agama, dan kewarganegaraan, dipandang sangat fundamental oleh Nabi Muhammad SAW. Banyak hadis yang dapat dijadikan sebagai bukti betapa Nabi Muhammad SAW sangat concern terhadap perlakuan adil terhadap penduduk atau etnik tertentu, termasuk perbedaan warna agama, aliran dan kepercayaan. 

Nabi Muhammad SAW selalu menyerukan pada setiap kali terjadi peperangan agar jangan membunuh penduduk sipil yang tak berdosa, mengganggu anak-anak dan janda. Beliau juga tidak pernah membeda-bedakan orang berdasarkan warna kulit. Muazzin yang selalu dipercaya Nabi Muhammad SAW ialah Bilal, seorang muallaf dari Afrika yang berkulit hitam. 

Contoh lain, Nabi Muhammad SAW pernah sangat marah kepada ‘Usamah, sang Panglima Angkatan Perang lantaran membunuh salah seorang musuh yang terpojok lalu tiba-tiba meneriakkan yel-yel dua kalimat syahadat:  Asyhadu an lailaha illallah wa asyhadu anna muhammadan Rasulullah. Nabi saw. bertanya apa alasannya membunuh orang yang sudah bersyahadat. Dijawab oleh ‘Usamah: Ia bersyahadat kerena terpojok. Seandainya ada kesempatan untuk lolos pasti dia tidak bersyahadat. Meskipun demikian, Nabi saw. tetap mencela perbuatan ‘Usamah dengan mengatakan: 

نحن نَحْكُم بالظاهر والله يتولى السرائر

 Ini semua menjadi bukti nyata bahwa betapa Rasulullah SAW selalu memberikan rasa adil kepada segenap umatnya, termasuk kepada umat non-muslim. Para sahabat pun ikut mencontoh seperti apa yang pernah dicontohkan Nabi saw.

Diriwayatkan dari Anas ibn Malik bahwa ia pernah bersama Umar ibn Khaththab tiba-tida di datangi seorang non-muslim dari Mesir mengadukan halnya: “Wahai Amirul Mukminin, ‘Amr ibn ‘Ash pernah mengadakan perlombaan pacuan kuda dan aku yang menang, namun tiba-tiba putra Ibn ‘Ash bernama Muhammad mengklaim kemenangan itu dengan mengatakan itu kudanya. Aku tetap mempertahankan bahwa itu bukan kudanya tetapi kudaku, hingga Muhammad ibn Ash mencambuknya. Setelah itu ia mengatakan ambillah kudamu, aku ini adalah putra yang mulia ‘Amr ibn ‘Ash.”

Menanggapi laporan dari non-muslim Mesir itu, maka Umar ibn Khaththab menyurat ke ‘Amr ibn ‘Ash agar ia bersama putranya, Muhammad segara menemuinya. Akhirnya ia bersama putranya datang menemui Umar ibn Khaththab, sedangkan Muhammad ibn ‘Ash bersembunyi di belakang orang tuanya. Umar mencari orang Mesir yang pernah dianiaya lalu diperintahkan untuk mencambuk Muhammad hingga memar. Umar menyampaikan kepada lelaki non-muslim yang berkebangsaan Mesir itu untuk melaporkan halnya kepadanya tanpa khawatir. Kalau kamu merasa takut maka menyuratlah kepadaku. 

 

Tags:
  • Share: