Search Now!
Contact Info
Phone +
Location
Follow Us
Contact Info
Phone +
Location
Follow Us

Women Talk Series NUO: Merawat Ruang Aman dan Menggerakkan Perempuan dari Lokal hingga Global

Direktorat Media NUO
Authored by
Direktorat Media NUO
Date Released
12 Aug 2026, 12:01
Images

Jakarta – Membangun ruang yang aman bagi perempuan membutuhkan lebih dari sekadar kesadaran. Diperlukan ruang dialog, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi yang mampu mengubah gagasan menjadi langkah nyata. Semangat inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian Women Talk Series yang diinisiasi oleh Nasaruddin Umar Office (NUO).

Sepanjang penyelenggaraannya, Women Talk Series menghadirkan berbagai perspektif dari tokoh agama, akademisi, praktisi, dan aktivis untuk membahas isu perempuan dari berbagai sisi. Dua agenda yang digelar di Yogyakarta dan Makassar menjadi bagian dari upaya tersebut, dengan mengangkat isu yang berbeda tetapi memiliki tujuan mendorong terciptanya lingkungan yang aman, inklusif, berkeadilan, dan memberi ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkontribusi.

Melalui dialog yang mempertemukan berbagai latar belakang, Women Talk Series tidak hanya menjadi ruang untuk membicarakan persoalan perempuan, tetapi juga menjadi tempat untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan langkah kolaboratif.

Seperti apa perjalanan Women Talk Series dalam menghadirkan ruang dialog tersebut? Mari menelusurinya dari Yogyakarta hingga Makassar.

Membuka Ruang Aman melalui Dialog Anti Kekerasan di Perguruan Tinggi

Women Talk Series pertama yang menjadi bagian dari rangkaian ini berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025, di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Mengangkat tema “Dialog Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Lingkungan Perguruan Tinggi”, kegiatan ini diselenggarakan oleh Nasaruddin Umar Office bersama UIN Sunan Kalijaga dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP).

Forum tersebut mempertemukan berbagai perspektif untuk melihat persoalan kekerasan terhadap perempuan di lingkungan perguruan tinggi secara lebih menyeluruh. Kampus tidak hanya dipandang sebagai tempat memperoleh pendidikan, tetapi juga sebagai ruang tumbuh yang seharusnya memberikan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Menteri Agama RI; Prof. Noorhaidi Hasan, Ph.D., Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; Dr. Nur Rofiah, Bil Uzm, Majelis Musyawarah KUPI sekaligus Manajer Akademik PKUMI; serta Dr. Witriani, M.Hum, P2GHA dan Plt. PPKS UIN Sunan Kalijaga.

Beragam latar belakang para pembicara memperkaya diskusi mengenai bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam mencegah kekerasan dan membangun lingkungan yang lebih aman bagi perempuan.

Lebih dari sekadar seminar, Women Talk Series di Yogyakarta menjadi ruang bersama untuk menyuarakan harapan, berbagi pengalaman, dan melihat kembali langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan.

Pesan penting yang dibawa dari forum ini adalah bahwa upaya menciptakan ruang aman tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Perguruan tinggi, pendidik, mahasiswa, dan seluruh elemen di dalamnya memiliki peran dalam membangun budaya yang menghormati martabat, melindungi, serta memberikan ruang yang setara bagi perempuan.

Dari Kampus, Menggerakkan Perempuan dari Lokal hingga Global

Semangat tersebut kemudian berlanjut melalui Women Talk Series di Makassar. Bertepatan dengan momentum Hari Kartini dan Hari Bumi, NUO bersama UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan forum bertajuk “Perguruan Tinggi sebagai Epicentrum Pengetahuan Membentuk Gerakan Perempuan Local to Global” pada Kamis, 23 April 2026.

Bertempat di Ballroom Training Center UIN Alauddin Makassar, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan bagi akademisi, praktisi, dan aktivis untuk membicarakan bagaimana perguruan tinggi dapat menjadi pusat pengetahuan sekaligus penggerak perubahan bagi perempuan.

Forum tersebut menghadirkan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Menteri Agama RI; Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D, Rektor UIN Alauddin Makassar; Prof. Dr. Ir. Hj. Majdah M. Zain, M.Si., Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Dr. Hj. Rosmini, M.Th.I, Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar; serta Prof. Dr. Muhsin Mahfudz, M.Th.I, Guru Besar UIN Alauddin Makassar.

Berangkat dari semangat Hari Kartini, forum ini melihat kembali pentingnya peran perempuan dalam menghadirkan perubahan. Sementara momentum Hari Bumi memperluas pembahasan bahwa gerakan perempuan juga dapat mengambil bagian dalam merespons berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

Perguruan tinggi kemudian ditempatkan bukan hanya sebagai ruang untuk menghasilkan pengetahuan, tetapi juga sebagai epicentrum yang mempertemukan ilmu, pengalaman, dan gerakan. Dari ruang akademik, gagasan tentang pemberdayaan perempuan dapat berkembang menjadi gerakan yang menjangkau masyarakat lebih luas.

Melalui dialog tersebut, peserta diajak melihat bahwa gerakan perempuan tidak harus berhenti pada persoalan lokal. Pengetahuan, jejaring, dan kolaborasi yang dibangun di lingkungan kampus dapat menjadi modal untuk membawa gagasan dan kontribusi perempuan dari tingkat lokal menuju ruang yang lebih luas, bahkan global.

Melanjutkan Gerakan, Memperluas Dampak

Rangkaian Women Talk Series menjadi bagian dari ikhtiar NUO untuk menghadirkan ruang-ruang dialog yang membicarakan isu perempuan secara lebih terbuka, kontekstual, dan berorientasi pada solusi.

Dari isu kekerasan di lingkungan perguruan tinggi hingga penguatan gerakan perempuan melalui pengetahuan, setiap forum menjadi pengingat bahwa perubahan dapat dimulai dari ruang-ruang perjumpaan yang sederhana: ketika orang mau mendengar, memahami, dan bekerja bersama.

Sebab, menciptakan ruang yang aman bagi perempuan bukan hanya tentang menghapus kekerasan, tetapi juga memastikan setiap perempuan memiliki kesempatan untuk belajar, bersuara, memimpin, dan memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Melalui Women Talk Series, NUO terus membuka ruang untuk mempertemukan gagasan dan menguatkan kolaborasi. Dari kampus, dari komunitas, dari berbagai daerah, semoga semakin banyak gerakan yang lahir untuk mewujudkan kehidupan yang lebih aman, setara, dan berkeadilan bagi perempuan.

Perjalanan Women Talk Series mungkin hadir melalui ruang-ruang yang berbeda, tetapi semangatnya tetap sama: membuka percakapan, menguatkan perempuan, dan bersama-sama menggerakkan perubahan.

Tags:
  • Share: