NUO Gelar Talkshow Pengembangan Diri untuk Persiapan Beasiswa
NUO Gelar Talkshow Pengembangan Diri untuk Persiapan Beasiswa
Direktorat Media NUO
09 Mar 2026
40
Tips dan strategi mengembangkan diri sebagai bagian dari persiapan meraih beasiswa menjadi topik utama dalam talkshow interaktif yang digelar oleh Nasaruddin Umar Office (NUO). Kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini bagian dari NUO Scholarship Mentoring Program Batch 2 yang berlangsung pada Jumat (6/3/2026) dan diikuti oleh peserta terpilih.
Talkshow ini menghadirkan Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU. sebagai keynote speaker. Putra sulung Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, tersebut berbagi pandangan mengenai pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi sekaligus menjaga nilai-nilai spiritual.
Dalam pemaparannya, Ilham Akbar Habibie menekankan pentingnya penguasaan literasi, kemampuan berpikir kritis, serta karakter adaptif di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Mahasiswa perlu memiliki dasar literasi yang kuat, kompetensi untuk menyelesaikan tantangan yang kompleks, serta karakter yang adaptif terhadap perubahan. Perkembangan AI juga sangat cepat, sehingga kita harus mampu beradaptasi dan memanfaatkannya secara optimal, tetap berlandaskan pada keimanan dan ketakwaan,” ujarnya.
Ia juga membagikan pengalamannya sebagai Founder Orbit Future Academy, sebuah lembaga pendidikan nonformal yang berfokus pada pengembangan keterampilan teknologi Industri 4.0 seperti Artificial Intelligence (AI) dan Data Science.
Lembaga ini didirikan pada 2016 sebagai bagian dari upaya melanjutkan visi Prof. B.J. Habibie dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia dan kawasan ASEAN menghadapi masa depan dunia kerja.
Pentingnya Persiapan Sejak Dini
Pada sesi berikutnya, narasumber Dr. Muhammad Asriady, S.Hd., M.Th.I., yang juga merupakan Team Directorate Pesantren NUO, Wakil Pimpinan Pontren Al-Ikhlas Ujung, serta pegiat literasi digital, menyoroti pentingnya persiapan matang sebelum mendaftar program beasiswa.
Menurutnya, peluang beasiswa saat ini sebenarnya sangat besar, namun sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya kesiapan dari para pendaftar.
“Peluang beasiswa sebenarnya sangat banyak, tetapi sering kali yang menjadi kendala adalah kurangnya persiapan dari calon pendaftar. Karena itu, program mentoring ini menjadi kesempatan untuk mulai mempersiapkan diri dengan serius sejak sekarang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan dasar yang harus dimiliki mahasiswa, seperti kemampuan bahasa asing, komunikasi, serta budaya literasi.
“TOEFL dan IELTS merupakan syarat penting dalam banyak program beasiswa. Selain itu, mahasiswa juga perlu mengasah kemampuan public speaking dan memperbanyak membaca serta menulis. Kompetensi mahasiswa pada dasarnya ada tiga: membaca, berdiskusi, dan menulis,” tambahnya.
Perjalanan Meraih Mimpi menuju Dunia Mancanegara
Sesi talkshow juga menghadirkan Apt. Rinaldi Nur Ibrahim, S.Farm, Director of Talent Development & Youth Empowerment NUO sekaligus Founder Youth Ranger Indonesia. Ia membagikan kisah perjalanannya sebagai putra daerah yang memiliki mimpi besar untuk belajar hingga ke mancanegara.
Rinaldi mengungkapkan bahwa proses menemukan jati diri menjadi langkah awal dalam membangun kepercayaan diri untuk mengejar kesempatan global.
“Saya memiliki latar belakang yang berbeda dari bidang teknologi. Saya mendapatkan beasiswa dari Kementerian Agama RI di Bone, dan dari sana mulai mengembangkan diri untuk bereksplorasi hingga tingkat nasional dan internasional. Bagi saya, kunci utamanya adalah memahami diri sendiri dan mengeksplorasi apa yang kita sukai,” ungkapnya.
Perjuangannya tersebut membawanya mengikuti berbagai program pembelajaran dan pengembangan diri di beberapa negara, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Thailand.
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan meraih beasiswa tidak selalu mudah dan sering kali disertai fase kelelahan dan keraguan.
“Saya juga tidak mendapatkan semua ini dengan mudah. Bahkan setelah mendapatkan beasiswa, saya masih terus belajar, termasuk memperbaiki cara berkomunikasi dan mengembangkan diri. Kuncinya adalah menyadari bahwa kita masih dalam proses bertumbuh,” tuturnya.
Di akhir sesi, para narasumber menyampaikan pesan motivasi kepada peserta yang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 maupun S3, baik di dalam maupun luar negeri.
“Teruslah berkembang seolah-olah kesempatan itu akan datang. Jangan terlalu banyak menunda, karena orang yang hebat adalah mereka yang berani menciptakan peluangnya hari ini,” tegas Dr. Muhammad Asriady, S.Hd., M.Th.I.
NUO Scholarship Mentoring Program Batch 2 berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 31 Januari hingga 20 April 2026. Peserta akan mendapatkan berbagai materi, mulai dari sosialisasi peluang beasiswa, penguatan potensi akademik, persiapan mental, hingga strategi penyusunan dan pengajuan aplikasi beasiswa.
Para mentor tidak hanya memberikan bimbingan teknis, tetapi juga berbagi pengalaman dan kisah hidup secara interaktif, khususnya terkait kiat lolos beasiswa nasional dan internasional untuk jenjang S2 dan S3.
Melalui NUO program ini, diharapkan para peserta memperoleh bekal awal yang bermakna untuk menapaki proses seleksi beasiswa dengan lebih percaya diri dan terarah. Informasi mengenai kegiatan NUO selanjutnya akan diumumkan melalui kanal resmi NUO.