Search Now!
Contact Info
Location Jl. Berlian No.1, Jatinegara, Jakarta Timur 13330, Indonesia
Follow Us
Contact Info
Location Jl. Berlian No.1, Jatinegara, Jakarta Timur 13330, Indonesia
Follow Us

Memaknai Bhineka Tunggal Ika di Tengah Keberagaman

Images

Memaknai Bhineka Tunggal Ika di Tengah Keberagaman

Authored by
Direktorat Media NUO
Date Released
20 Apr 2026
Views
5

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, kita telah mengenal semboyan pemersatu bangsa: Bhinneka Tunggal Ika. Ungkapan ini berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu”, dan menjadi cerminan kehidupan masyarakat Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya, suku, agama, dan ras.

Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar kalimat indah dari bahasa Sanskerta, tetapi juga berasal dari karya sastra Sutasoma yang ditulis oleh Empu Tantular. Sejak awal, semboyan ini memang lahir sebagai jembatan untuk merawat perbedaan.

Namun, di tengah situasi yang kerap diwarnai ketegangan dan konflik akibat perbedaan penafsiran, semboyan ini seolah hanya menjadi slogan, tanpa benar-benar dihidupi dalam keseharian.

Lalu, bagaimana seharusnya kita memaknai kembali Bhinneka Tunggal Ika agar tetap relevan di tengah realitas hari ini?

Bhineka Tunggal Ika sebagai Pereda Konflik Dunia

Jika kita amati, banyak konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia berakar dari perbedaan penafsiran terutama dalam hal agama. Perbedaan yang seharusnya menjadi ruang dialog justru berubah menjadi sumber perpecahan.

Tidak jarang, muncul sikap merasa paling benar, hingga berujung pada saling menyalahkan, bahkan mengucilkan kelompok lain. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain, termasuk yang didominasi satu kelompok agama atau etnis.

Di sinilah nilai Bhinneka Tunggal Ika menjadi penting. Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam merawat keberagaman di tengah perbedaan. Seperti lukisan yang indah karena perpaduan warna, keberagaman justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan bijak.

Sudah saatnya kita tidak hanya menghafal semboyan ini, tetapi benar-benar menghidupkannya dalam sikap sehari-hari dengan saling menghargai, membuka ruang dialog, dan menahan diri dari sikap merasa paling benar.

Perintah Merangkul Perbedaan 

Keberagaman juga ditegaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam QS. Al-Ma’idah ayat 48:

وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً

Artinya: “Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja).”

Ayat ini menjelaskan bahwa perbedaan adalah bagian dari kehendak Allah SWT. Artinya, keberagaman bukanlah kesalahan, melainkan desain ilahi yang harus diterima dan dikelola dengan bijak.

Menariknya, Al-Qur’an menggunakan kata lau (seandainya), yang dalam kaidah bahasa menunjukkan sesuatu yang tidak terjadi. Ini menegaskan bahwa manusia memang diciptakan dalam keberagaman, dan keseragaman bukanlah tujuan.

Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tetapi nilai hidup yang harus terus dihidupkan dalam setiap interaksi sosial. Di tengah dunia yang mudah terpecah oleh perbedaan, sikap saling menghargai menjadi kunci utama untuk menjaga persatuan.

Dengan memahami bahwa perbedaan adalah bagian dari kehendak Tuhan, kita diajak untuk lebih bijak dalam bersikap, tidak mudah menghakimi, tidak terburu-buru menyalahkan, dan lebih mengedepankan dialog kebersamaan. 

Tags:
  • Share: