Saat Dunia Dipenuhi Orang Pintar, Tapi Kehilangan Orang Arif
Saat Dunia Dipenuhi Orang Pintar, Tapi Kehilangan Orang Arif
Direktorat Media NUO
13 Apr 2026
15
Ada langkah sederhana yang bisa kita lakukan setiap hari agar iman tetap terjaga. Namun, lebih dari itu, ada satu kualitas yang semakin langka di tengah kehidupan modern: menjadi pribadi yang arif.
Di dalam kehidupan ini, orang arif adalah mereka yang senantiasa berbuat baik, tidak mudah menyalahkan orang lain maupun dirinya, tidak mencari kambing hitam, serta mampu bersikap bijaksana dalam setiap keadaan.
Namun, ketika kejujuran dan kebijaksanaan terasa semakin jarang, muncul pertanyaan: masihkah kita menemukan orang arif? Atau justru, kita sendiri yang harus mulai menumbuhkan sifat tersebut dalam diri?
Lalu, bagaimana cara menjadi pribadi yang arif di tengah dunia yang serba cepat dan penuh tekanan? Temukan jawabannya dalam pembahasan berikut.
Sesuatu yang Langka itu Bernama Orang Arif
Setiap hari kita menyaksikan lahirnya orang-orang hebat, doktor, profesor, dan para ahli yang berkontribusi dalam kemajuan peradaban. Namun di balik itu, ada satu hal yang patut menjadi perhatian yaitu semakin berkurangnya sosok yang arif.
Sekilas hal ini tampak sepele, tetapi jika direnungkan lebih dalam, kondisi ini serupa dengan berkurangnya figur yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kebijaksanaan.
Sebuah bangsa tentu bangga memiliki banyak orang cerdas. Namun, kecerdasan tanpa moral dan kesadaran spiritual justru dapat menjadi bumerang. Ilmu yang tinggi tidak akan membawa kebaikan jika tidak diiringi dengan kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab.
Begitu pula dengan para pemimpin, tokoh agama, maupun aparat yang memiliki posisi penting. Semua itu akan kehilangan makna jika tidak disertai dengan sikap arif dan bijaksana dalam bertindak, adil dalam mengambil keputusan, dan tulus dalam menjalankan amanah.
Inilah krisis yang kita rasakan hari ini. Bukan kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang arif. Dan jika dibiarkan, bukan tidak mungkin sebuah bangsa kehilangan arah dan jati dirinya.
Bagaimana Hidup seperti Orang Arif?
Orang arif memiliki cara pandang yang jernih dalam menghadapi kehidupan. Mereka tidak mudah mengeluh, jujur dalam bersikap, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan. Berikut beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan sifat tersebut:
Pertama, menaati ajaran agama dengan sungguh-sungguh. Orang arif menjadikan agama sebagai pedoman hidup, tidak hanya dalam hal yang wajib, tetapi juga dalam amalan-amalan kebaikan lainnya. Kedekatan dengan Tuhan menjadi fondasi utama dalam setiap langkah hidupnya.
Kedua, menjaga hubungan dengan sesama manusia. Dalam Islam dikenal konsep hablun minallah dan hablun minannas, menjaga hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan manusia. Orang arif tidak hanya baik dalam ibadah, tetapi juga dalam bersikap kepada sesama, antara lain menolong, menghargai, dan menjaga silaturahmi.
Ketiga, menghargai waktu sebagai bagian dari kehidupan. Waktu adalah umur yang terus berjalan. Orang arif menyadari bahwa setiap detik adalah kesempatan untuk berbuat kebaikan. Karena itu, mereka berusaha memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin untuk hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah.
Kita mungkin belum sempurna, tetapi setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah bagian dari perjalanan menjadi pribadi yang lebih arif.