Memahami Pluralisme dari Al-Qur’an
Memahami Pluralisme dari Al-Qur’an
Direktorat Media NUO
30 Mar 2026
18
Sadar atau tidak, pembahasan tentang keberagaman atau pluralisme banyak disinggung dalam Al-Qur’an. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin membawa nilai-nilai yang menekankan kedamaian, keterbukaan, serta penghormatan terhadap perbedaan.
Namun, penting dipahami bahwa mempelajari pluralisme bukan berarti mencampuradukkan akidah. Justru sebaliknya, pluralisme mengajarkan bagaimana kita bersikap adil dan bijak dalam menghadapi keberagaman, sekaligus merawat kehidupan bersama dengan aman dan tenteram.
Pertanyaannya, seperti apa sumber Al-Qur’an tersebut yang menjelaskan pentingnya memahami pluralisme sebagai jalan untuk merawat toleransi? Mari kita bahas selengkapnya di artikel ini!
Apa itu Pluralisme?
Secara bahasa, pluralisme berasal dari kata plural (beragam) dan isme (paham). Istilah ini merujuk pada cara pandang dalam menerima dan menghargai keberagaman, baik dalam aspek suku, budaya, adat, golongan, maupun agama.
Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, pluralisme menjadi fondasi penting untuk membangun harmoni. Indonesia sebagai negara dengan latar belakang masyarakat yang majemuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan perpecahan.
Lebih dari sekadar konsep, pluralisme juga tercermin dalam tindakan nyata, seperti menghormati kebebasan beragama, menghargai perbedaan pendapat, serta membuka ruang dialog yang sehat antarindividu.
Mencermati Pluralisme melalui Al-Qur’an
Al-Qur’an memberikan banyak petunjuk tentang bagaimana manusia seharusnya memandang keberagaman. Salah satunya terdapat dalam QS. Ar-Rum ayat 22:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖ خَلْقُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافُ اَلْسِنَتِكُمْ وَاَلْوَانِكُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلْعٰلِمِيْنَ
“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasa dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berilmu.”
Sedangkan dalam ayat lain dikatakan:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.” (QS. Al-Hujurat ayat 13).
Selain itu, dalam QS. Al-Qashash ayat 56 disebutkan:
اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
“Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) tidak (akan dapat) memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia paling tahu tentang orang-orang yang (mau) menerima petunjuk.”
Dari berbagai ayat tersebut, dapat dipahami bahwa Al-Qur’an menempatkan keberagaman sebagai realitas yang dikehendaki Allah, sekaligus sebagai ruang untuk membangun hubungan sosial yang harmonis.
Menerapkan Pluralisme di Kehidupan Sehari-hari
Pemahaman tentang pluralisme tidak berhenti pada konsep, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa bentuk penerapannya antara lain:
Menghormati perbedaan keyakinan, misalnya tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah.
Menjaga sikap adil dan tidak diskriminatif, baik dalam pergaulan maupun interaksi sosial.
Menolong sesama tanpa memandang latar belakang, baik suku, agama, maupun ras
Membuka diri terhadap perbedaan budaya, serta menghindari prasangka dan konflik. Nilai-nilai ini juga sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi kearifan lokal masyarakat Indonesia.
Pada akhirnya, pluralisme bukan sekadar tentang menerima perbedaan, tetapi tentang bagaimana kita mengelola perbedaan tersebut dengan bijak.
Al-Qur’an mengajarkan bahwa keberagaman adalah bagian dari rencana Allah SWT, dan tugas manusia adalah menjadikannya sebagai jalan untuk saling mengenal, memahami, dan hidup berdampingan secara damai.