Search Now!
Contact Info
Phone +
Location
Follow Us
Contact Info
Phone +
Location
Follow Us

Kebiasaan 5 Menit Sebelum Tidur yang Mengubah Hidup Kita

Direktorat Media NUO
Authored by
Direktorat Media NUO
Date Released
02 Jul 2026, 13:47
Images

Sebelum tidur, biasanya apa yang kita lakukan dahulu? Sibuk scrolling media sosial, atau menonton video, dab membalas pesan hingga akhirnya tertidur karena lelah? Tanpa disadari, kita melewatkan satu kebiasaan sederhana yang dapat membawa ketenangan hati, yaitu bermuhasabah.

 

Muhasabah bukan sekadar mengingat kesalahan yang telah dilakukan. Lebih dari itu, muhasabah adalah kesempatan untuk mengevaluasi diri, mensyukuri nikmat Allah, dan memohon ampun atas segala khilaf agar menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Allah berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 18:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

 

Ayat tersebut memerintahkan kita untuk menyiapkan diri dengan amal-ibadah untuk menghadapi kehidupan hari esok, yaitu hari akhirat. Dengan cara apa? Yakni bermuhasabah atas apa yang terlah diperbuat di masa lalu dan akan diperbuat di masa depan.

 

Lantas, bagaimana cara memulai rutinitas muhasabah yang sederhana hanya dalam lima menit sebelum tidur? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

 

Kenapa harus Bermuhasabah?

Istilah muhasabah berasal dari bahasa Arab yaitu introspeksi. Secara definisi muhasabah adalan peninjauan atau koreksi terhadap perbuatan, sikap, kelemahan, dan kesalahan yang pernah kita lakukan.

 

Dalam agama Islam, makna muhasabah adalah menghisab diri sendiri sebelum dihisab Allah. Seperti yang termaktub dalam QS. Al-Hasyr ayat 18, pentingnya kita bermuhasabah adalah untuk memperbanyak bekal, dengan mengoreksi diri, mengevaluasi terhadap apa yang pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang condong pada kebaikan.

 

Selain menjadikan kita lebih sadar terhadap apa yang terlah kita perbuat selama ini, muhasabah adalah ikhtiar untuk terhindar dari penyakit hati. Dalam pembahasan spiritual, ini melekat pada istilah takziyatun nafsagar terhindar dari penyakit jiwa.

 

Semakin rutin seseorang bermuhasabah, semakin mudah pula kita menyadari nikmat yang telah Allah berikan, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan menjaga kualitas ibadahnya. Karena itu, muhasabah bukan hanya mengingat dosa, tetapi juga menghargai setiap kesempatan yang Allah berikan.

 

Rutinitas Muhasabah 5 Menit Sebelum Tidur

Bermuhasabah tidak harus dilakukan dalam waktu yang lama. Cukup luangkan sekitar lima menit sebelum tidur untuk berhenti sejenak dari segala aktivitas, lalu ajukan beberapa pertanyaan sederhana kepada diri sendiri.

 

Pertama, mengevaluasi ibadah wajib.

Tanyakan kepada diri sendiri, apakah hari ini shalat sudah kita kerjakan dengan baik? Adakah kewajiban yang masih terlewat atau dilakukan dengan terburu-buru? Muhasabah dimulai dari memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT.

 

Kedua, meninggalkan hal-hal yang terlarang.

Ingat kembali apakah hari ini kita melakukan perbuatan yang menyakiti orang lain, berkata kasar, berbohong, atau melakukan hal-hal yang dilarang agama. Jika pernah melakukannya, segera bertaubat dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
 

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Hud ayat 114:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” 

 

Ketiga, mengevaluasi penggunaan anggota badan.

Sudahkah mata kita gunakan untuk melihat hal yang baik? Sudahkah lisan menjaga ucapan? Sudahkah tangan dan kaki dipakai untuk melakukan hal yang bermanfaat? Semua nikmat tersebut kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

 

Keempat, meluruskan kembali niat.

Tidak semua amal diterima hanya karena tampak baik. Karena itu, tanyakan kembali kepada diri sendiri, apakah semua yang dilakukan hari ini benar-benar karena Allah SWT atau sekadar mencari pujian manusia.
 

Muhasabah Tidak Sama dengan Menyalahkan Diri

Banyak yang mengira, muhasabah sama dengan menyalahkan diri. Ketika kita sadar bahwa sering lalai dalam beribadah atau sering berbuat dosa besar, lantas kita langsung menghakimi diri sendiri dengan perkataan yang merendahkan diri.

 

Padahal, tidak. Muhasabah itu bukan upaya untuk menyalahkan diri. Muhasabah adalah jalan kita untuk berhenti sejenak dari rutinitas hidup yang penuh kebisingan. Mengoreksi dan mengevaluasi diri agar lebih baik ke depannya.

 

Maka, di waktu malam hari, selepas kita pulang dari rutinitas kerja seharian yang melelahkan, cobalah berhenti sejenak. Pergunakan untuk bersyukur mengingat nikmat yang telah Tuhan berikan, dan memohon ampun atas segala khilaf, dan berjanji menjadi manusia yang lebih baik keesokan paginya.

 

Barangkali kita tidak bisa mengubah hidup dalam semalam. Namun, lima menit sebelum tidur bisa menjadi awal perubahan besar. Sebab, hati yang setiap hari mengevaluasi diri akan lebih mudah menerima hidayah dan memperbaiki langkah menuju hari esok.
 

Mulai malam ini, sebelum memejamkan mata, luangkan lima menit untuk berhenti sejenak. Bersyukurlah atas segala nikmat yang Allah berikan, mohonlah ampun atas setiap khilaf, lalu niatkan dalam hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik esok hari.

 

Bukankah perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah?

Tags:
  • Share: