Inilah Amalan Terbaik Malam Lailatul Qadar
Inilah Amalan Terbaik Malam Lailatul Qadar
Direktorat Media NUO
12 Mar 2026
37
Di bulan suci Ramadan, umat Muslim sering mendengar tentang sebuah malam yang sangat istimewa. Malam ini disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam tersebut, langit terasa begitu tenang, udara sejuk, dan doa-doa yang dipanjatkan untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Inilah malam lailatul qadar.
Namun sejatinya, lailatul qadar bukan semata tentang mengetahui kapan malam itu datang. Tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti kapan kemunculan malam yang penuh kemuliaan ini, kecuali Allah SWT.
Yang terpenting bukanlah tanggalnya, melainkan kesungguhan seorang hamba dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Pada saat inilah pintu rahmat Allah SWT terbuka luas, doa-doa diijabah, dan ampunan diberikan kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memohon ampunan.
Lantas, apa saja amalan yang bisa kita lakukan untuk meraih keberkahan malam lailatul qadar?
Mengenal Malam Lailatul Qadar
Malam lailatul qadar merupakan salah satu malam paling mulia dalam ajaran Islam. Malam ini disebut lebih baik daripada seribu bulan, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, zikir, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Secara harfiah, lailatul qadar berarti “malam kemuliaan” atau “malam penentuan takdir”. Malam ini juga dikenal sebagai waktu ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW melalui perantara malaikat Jibril AS.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qadr ayat 1–3:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ
Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr. Wa mā adrāka mā lailatul-qadr. Lailatul-qadri khayrun min alfi syahr.
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ أَكْثَرَ مِنْ غَيْرِهَا
Kāna rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam yajtahidū fil-‘ashril-awākhiri akthara min ghayrihā.
Artinya:
“Rasulullah ﷺ berusaha lebih giat dalam ibadah pada sepuluh malam terakhir dibanding malam lainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai upaya meraih keberkahan malam lailatul qadar.
Amalan yang Dianjurkan, Sayang Jika Kita Lewatkan
Kabar baiknya, amalan di malam lailatul qadar tidak selalu harus berat atau sulit dilakukan. Beberapa ibadah sederhana berikut dapat menjadi jalan bagi kita untuk meraih keberkahan malam yang mulia ini.
Memperbanyak Salat Malam (Qiyamul Lail)
Amalan ini dapat dilakukan melalui salat tarawih, witir, tahajud, serta disertai zikir dan membaca Al-Qur’an.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901).
Membaca Al-Quran
Memperbanyak membaca Al-Qur’an di malam lailatul qadar menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Selain memperbaiki bacaan, momen ini juga menjadi kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui firman-Nya.
Berdoa Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam lailatul qadar adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ‘afuwwun karīmun tuḥibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memberi maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. At-Tirmidzi).
Melakukan Takafur
Malam lailatul qadar bukan soal siapa yang paling tahu kapan datangnya malam tersebut. Lebih dari itu, lailatul qadar adalah tentang siapa yang paling siap hatinya untuk mendekat kepada Allah SWT.
Kesungguhan ibadah, keikhlasan niat, dan konsistensi amal pada sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi kunci untuk meraih ridho Allah yang Maha Mengetahui setiap usaha hamba-Nya.
Karena itu, jangan lelah untuk terus beribadah. Bisa jadi malam ini adalah malam yang kita nantikan, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.