Jakarta, 15 Juli 2026 – Ada yang menarik pada puncak Rukun Festival 2026. Nasaruddin Umar Office (NUO) menghadirkan Celebration of Harmony, sebuah malam apresiasi atas perjalanan intelektual, dedikasi, dan karya Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Digelar pada Minggu (12/7) di The Telkom Hub – Telkom Landmark Tower, Jakarta, Celebration of Harmony bukan sekadar menjadi malam seremoni. Rangkaian acara ini mengajak seluruh peserta memaknai bagaimana ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan karya dapat menjadi jalan untuk membangun kehidupan yang lebih damai dan harmonis.
Sejumlah tokoh agama, akademisi, pejabat publik, diplomat, komunitas, hingga generasi muda hadir dalam perhelatan tersebut. Pertemuan lintas latar belakang ini menjadi bagian dari upaya mengangkat perjalanan pemikiran dan kontribusi Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA bagi kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan perdamaian.
Seperti apa perjalanan intelektual dan karya yang dirayakan dalam Celebration of Harmony? Mari menelusuri kembali momen puncak Rukun Festival 2026 di sini!
Merayakan Perjalanan Ilmu dan Karya
Selama lebih dari enam dekade, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA telah mendedikasikan hidupnya untuk ilmu, umat, dan negara. Dari perjalanan tersebut lahirlah puluhan karya yang menjadi rujukan berbagai kalangan, termasuk Tafsir Teosofis Najda yang memperkaya khazanah keislaman Indonesia melalui pendekatan yang mendalam, reflektif, dan humanis.
Dedikasi tersebut juga mendapat berbagai pengakuan nasional maupun internasional. Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA tercatat sebagai penerima Rekor MURI atas pencapaian sebagai Penulis Kolom Terbanyak Secara Berkesinambungan, sebuah pengakuan atas konsistensinya menyebarkan gagasan dan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.
Pada tahun 2025, beliau juga menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Hartford International University for Religion and Peace, Amerika Serikat, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memperkuat dialog lintas agama, moderasi beragama, dan perdamaian dunia.
Acara ini juga menjadi momen penting atas peluncuran dua karya beliau yang diterbitkan dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris, yakni الاعتدال الديني وتحديات الأمة في المستقبل (Al-I‘tidāl ad-Dīnī wa Taḥaddiyāt al-Ummah fīl-Mustaqbal) serta Religious Moderation and the Future Challenges of the Ummah.
Kehadiran kedua buku ini menjadi simbol untuk memperluas gagasan moderasi beragama kepada masyarakat internasional, sekaligus membawa perspektif Indonesia ke dalam pembahasan mengenai perdamaian, toleransi, dan masa depan umat.
Dari Seorang Guru, Gagasan Terus Bertumbuh
Tidak hanya menjadi seremoni peluncuran buku, Celebration of Harmony juga menjadi ruang penghormatan terhadap perjalanan seorang guru yang telah membimbing para murid dan generasi penerus. Semangat keilmuan yang dibangun selama puluhan tahun terus hidup melalui karya-karya para murid yang dipersembahkan.
Semangat tersebut juga tercermin dalam gagasan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA tentang perdamaian. Menurutnya, perdamaian sejati tidak cukup dibangun melalui kesepakatan politik semata, tetapi juga memerlukan kesadaran moral yang berakar pada penghormatan terhadap martabat setiap manusia.
“Dunia membutuhkan diplomasi hati, diplomasi kemanusiaan, dan diplomasi spiritual yang mampu menyentuh dimensi terdalam kehidupan manusia. Perdamaian yang sejati tidak lahir hanya dari kesepakatan formal, tetapi juga dari kesadaran moral bahwa setiap manusia adalah ciptaan Tuhan yang memiliki martabat dan hak yang sama untuk hidup secara damai,” ucapnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi penting dari Celebration of Harmony. Di tengah dunia yang terus menghadapi konflik, polarisasi, dan berbagai tantangan kemanusiaan, ilmu pengetahuan dan spiritualitas memiliki peran penting dalam membangun jembatan antarmanusia.
Celebration of Harmony telah usai, tetapi perjalanan ilmu dan gagasan terus berjalan. Dari karya yang diwariskan hingga nilai yang diteruskan kepada generasi berikutnya, semangat untuk merawat harmoni akan selalu menemukan jalannya.
Sampai jumpa di perjumpaan berikutnya. Semoga setiap ruang yang tercipta dapat kembali mempertemukan kita dalam semangat yang sama: merawat ilmu, melanjutkan karya, dan bersama-sama menumbuhkan harmoni.